Ilustrasi pendukung untuk artikel ini.
Hampir semua error import berakar di file, bukan di sistem — dan itu kabar baik, karena file bisa Anda perbaiki sendiri. Empat pengecekan ini menyelesaikan sebagian besar kasus.
1. Pakai template terbaru
Download ulang template dari aplikasi setiap kali akan import. File lama — apalagi hasil menyalin dari toko lain — bisa berbeda kolom dengan versi terbaru. Jangan menambah, menghapus, atau menggeser kolom template.
2. Isi kolom wajib
Baris yang kolom wajibnya kosong (misalnya nama produk atau satuan) akan ditolak validasi. Baca pesan validasinya: biasanya menyebut baris dan kolom yang bermasalah.
3. Bersihkan SKU/nama dobel
Satu produk satu baris. SKU atau nama yang muncul dua kali membuat data ganda atau ditolak. Gunakan fitur duplicate check di Excel/spreadsheet sebelum upload.
4. Perbaiki format angka
Kolom angka (stok, harga) harus benar-benar angka: tanpa pemisah ribuan bergaya teks, tanpa satuan menempel (“10 pcs”), tanpa spasi. Sel yang terformat sebagai teks adalah penyebab error yang paling sering tidak terlihat mata.
Setelah diperbaiki
Upload ulang, baca hasil validasi sekali lagi, dan setelah lolos — cek beberapa produk secara acak beserta kartu stoknya. Alur lengkapnya ada di tutorial import produk dan stok.