Fitur

Gaji dan bagi hasil teknisi tanpa drama hitung manual.

Komisi teknisi adalah salah satu sumber konflik paling umum di toko servis. Dihitung manual di akhir bulan, beda persepsi soal “harusnya berapa”, dan sulit dibuktikan saat ada yang merasa kurang. Satu perhitungan yang keliru sudah cukup untuk merusak kepercayaan teknisi terbaik Anda.

Automan menghitung bagi hasil dari transaksi yang tercatat, bukan dari ingatan — per jasa maupun per sparepart, dengan metode profit atau omzet, sampai aturan khusus per item. Hasilnya adil, bisa dibuktikan, dan payroll-nya langsung tersambung ke pembukuan.

Bagi hasil sefleksibel kebijakan toko Anda

Tidak semua toko menghitung komisi dengan cara yang sama, dan Automan tidak memaksakan satu format. Anda bisa mengatur:

  • Per jasa atau per sparepart — komisi jasa bisa beda dari komisi penjualan part.
  • Profit atau omzet — pilih basis yang sesuai gaya toko.
  • Persen atau nominal — 30% dari profit, atau flat sekian rupiah per pekerjaan.
  • Aturan khusus per item — item tertentu bisa punya skema komisi sendiri.

Contohnya: teknisi dapat 30% dari profit, tetapi untuk penggantian LCD dikenakan komisi flat Rp20.000. Aturan sedetail itu ditangani otomatis — bukan dihitung ulang manual tiap gajian.

Pengaturan bagi hasil teknisi Automan per jasa dan per sparepart Pengaturan bagi hasil: per jasa/sparepart, profit atau omzet, sampai aturan per item.

Dihitung dari data, bukan dari ingatan

Karena setiap pekerjaan tercatat di work record alur servis, komisi terbentuk otomatis dari apa yang benar-benar dikerjakan. Tidak ada lagi “seingat saya”, tidak ada lagi rekap manual yang rawan salah. Saat teknisi bertanya “kok segini?”, jawabannya ada di data — bukan di perdebatan.

Payroll yang tersambung ke pembukuan

Gaji dan bagi hasil bukan catatan terpisah. Begitu dihitung, keduanya langsung tercatat sebagai biaya di akuntansi toko, sehingga laba rugi Anda sudah memperhitungkan beban tenaga kerja tanpa input ganda. Owner melihat laba yang sebenarnya — setelah komisi, bukan sebelum.

Kenapa ini menjaga tim tetap solid

Teknisi yang merasa dihitung adil akan bertahan; yang merasa dirugikan akan pergi — sering ke pesaing. Dengan bagi hasil yang transparan dan bisa dibuktikan, Anda menghilangkan salah satu penyebab terbesar keluarnya teknisi. Ini bukan sekadar fitur payroll, tapi cara menjaga aset paling berharga toko servis: orang yang bisa mengerjakan.

FAQ

Bagi hasilnya bisa diatur sedetail apa?
Sangat detail. Anda bisa menetapkan komisi per jasa maupun per sparepart, dengan metode berbasis profit atau omzet, dalam bentuk persen atau nominal — bahkan aturan khusus untuk item tertentu. Semua mengikuti kebijakan toko Anda, bukan format kaku.
Dari mana angka komisinya dihitung?
Dari transaksi yang benar-benar tercatat di sistem — pekerjaan yang diselesaikan teknisi lewat work record. Karena dasarnya data, bukan ingatan, hitungannya bisa dibuktikan dan tidak lagi jadi bahan perdebatan tiap gajian.
Apakah gaji otomatis masuk pembukuan?
Ya. Gaji dan bagi hasil yang dihitung langsung tercatat sebagai biaya di pembukuan, sehingga laba rugi toko sudah memperhitungkannya tanpa Anda input dua kali.

Sudah punya masalah yang jelas?

Lihat demo alur yang paling relevan: servis, retur, stok, WhatsApp, atau laporan.