Fitur

Dari nota servis sampai laporan yang bisa dibawa ke akuntan.

Banyak toko servis merasa sudah punya laporan karena bisa melihat omzet harian. Tetapi omzet bukan laba. Begitu bisnis mulai naik kelas — mengajukan pinjaman, ditanya akuntan, atau menjadi PKP — pertanyaannya berubah: berapa laba sebenarnya, di mana kasnya, berapa piutang dan utang, dan apakah laporannya bisa dipertanggungjawabkan.

Automan menjembatani keduanya. Owner yang belum butuh akuntansi penuh cukup memakai laporan lite; saat bisnis butuh laporan yang lebih matang, ada jalur naik ke akuntansi berbasis PSAK — tanpa berganti sistem. Inilah yang membuat janji “dari nota servis sampai neraca” bukan sekadar slogan.

Dari nota servis sampai jurnal — otomatis

Kekuatan akuntansi Automan bukan pada fitur akuntansinya sendiri, melainkan pada sumber datanya. Transaksi operasional yang sudah tercatat — servis, penjualan, pembelian, retur, gaji — mengalir sendiri menjadi jurnal. Anda tidak menjurnal manual; Anda menjalankan toko, dan pembukuannya terbentuk mengikuti.

Jurnal dan laporan akuntansi Automan tersusun otomatis dari transaksi toko Akuntansi Automan: transaksi harian mengalir sendiri ke jurnal dan laporan inti.

Laporan inti yang dipahami akuntan

  • Neraca — posisi keuangan toko dalam satu waktu.
  • Laba Rugi — laba sebenarnya setelah HPP dan biaya.
  • Arus Kas — pergerakan uang masuk dan keluar.
  • Tutup Buku — proses akhir periode yang rapi dan bisa dipertanggungjawabkan.

Naik kelas tanpa mulai dari nol

Momok terbesar akuntansi adalah “harus mulai dari awal dan harus paham jurnal”. Automan menghilangkan keduanya: saldo awal disiapkan lewat wizard tanpa perlu paham debit-kredit, dan karena laporan lite serta akuntansi membaca data transaksi yang sama, naik kelas hanya berarti membuka level laporan yang lebih dalam — bukan pindah aplikasi dan input ulang.

Batas pajak, ditulis terbuka

Kami tidak menjanjikan “semua pajak otomatis”, karena itu tidak jujur. Yang benar-benar otomatis: PPN untuk toko PKP pada transaksi berpajak, dan PPh21 karyawan. Pajak lain belum otomatis, dan kami menyebutnya apa adanya — supaya Anda tahu persis apa yang bisa diandalkan.

Kenapa ini penting saat bisnis membesar

Toko kecil bisa bertahan dengan catatan seadanya. Tapi begitu ingin tumbuh — cari modal, buka cabang, atau formal sebagai PKP — laporan seadanya menjadi penghambat. Dengan akuntansi yang tumbuh dari operasional harian, Anda tidak perlu menyewa sistem baru saat naik kelas. Automan sudah menyiapkan jalannya sejak nota pertama. Lihat demo laporan untuk melihat alurnya.

Batas pajak, ditulis terbuka

Yang otomatis: PPN untuk toko PKP pada transaksi berpajak dan PPh21 karyawan. Pajak lain belum otomatis — dan kami menyebutnya apa adanya.

FAQ

Apakah semua pajak otomatis?
Tidak — dan kami tidak menjanjikan itu. Yang berjalan otomatis: PPN untuk toko PKP pada transaksi berpajak, dan PPh21 karyawan. Pajak lain seperti PPh 23, PPh 22, PPh 4(2), Final UMKM, dan PPh 25 belum otomatis, dan kami menyebutnya apa adanya.
Apa bedanya laporan lite dan akuntansi?
Laporan lite membantu owner membaca saldo channel, arus kas, piutang, utang, dan laba rugi — tanpa harus paham akuntansi. Akuntansi dipakai saat toko butuh jurnal, Neraca, Laba Rugi, Arus Kas, Tutup Buku, dan laporan yang lebih formal untuk akuntan, bank, atau PKP. Keduanya membaca data transaksi yang sama, jadi naik kelas tidak berarti mulai dari nol.
Saya belum paham jurnal. Bisa mulai akuntansi?
Bisa. Saldo awal disiapkan lewat wizard, tanpa Anda harus paham debit-kredit lebih dulu. Setelah itu, transaksi harian membentuk jurnalnya sendiri — Anda cukup menjalankan toko seperti biasa.

Sudah punya masalah yang jelas?

Lihat demo alur yang paling relevan: servis, retur, stok, WhatsApp, atau laporan.