Fitur

Laporan yang bisa dibaca owner, sebelum naik ke akuntansi penuh.

Owner tidak harus jadi akuntan dulu untuk tahu kondisi tokonya. Masalahnya, banyak aplikasi hanya menyodorkan “laporan kasir” — total uang masuk hari ini — lalu berhenti. Padahal itu bukan laba, dan bukan gambaran bisnis. Owner butuh membaca yang sebenarnya: mana kas, mana piutang yang belum tertagih, mana utang yang jatuh tempo, dan berapa laba setelah semuanya diperhitungkan.

Laporan lite Automan menjawab itu langsung dari transaksi, bukan dari rekap manual tiap malam — dan bisa dibaca tanpa gelar akuntansi.

Laporan yang tidak butuh gelar akuntansi

  • Saldo per channel pembayaran — tunai, transfer, QRIS — tahu persis di mana uang berada.
  • Arus kas — uang yang benar-benar masuk dan keluar, bukan sekadar omzet.
  • Piutang — siapa belum bayar dan berapa, sebelum menumpuk jadi masalah.
  • Utang — kewajiban ke supplier yang jatuh tempo.
  • Laba rugi — laba yang sebenarnya, setelah HPP dan biaya.

Laporan lite Automan menampilkan arus kas, piutang, dan laba rugi toko Laporan lite: saldo channel, arus kas, piutang, utang, dan laba rugi dalam satu tempat.

Langsung dari transaksi, bukan rekap malam

Karena laporan membaca transaksi yang sudah tercatat — dari alur servis, penjualan, pembelian, sampai retur — tidak ada input ganda. Owner tidak perlu duduk tiap malam merekap; angka sudah terbarui begitu transaksi masuk. Waktu yang biasanya habis untuk rekap bisa dipakai untuk hal yang lebih penting.

Kalau “laporan bilang untung, laci bilang tekor”

Ini keluhan klasik: laporan menunjukkan laba, tapi isi laci tidak sebanyak itu. Biasanya bocornya ada di piutang yang belum tertagih, HPP yang salah, atau retur yang tidak tercatat. Karena laporan Automan bisa ditelusuri sampai ke transaksi sumbernya, Anda bisa menemukan letak selisihnya — bukan sekadar curiga tanpa bukti. Ketepatan HPP dari inventori sparepart juga menjaga angka laba tetap jujur.

Jalur naik kelas saat toko siap

Laporan lite adalah pintu masuk. Saat toko butuh laporan yang lebih formal — untuk akuntan, bank, atau status PKP — data yang sama tinggal diarahkan ke akuntansi toko servis: jurnal, Neraca, Laba Rugi, Arus Kas, sampai Tutup Buku. Naik kelas tidak berarti mulai dari nol; Anda hanya membuka level laporan yang lebih dalam dari data yang sudah ada.

FAQ

Apa bedanya laporan lite dan akuntansi?
Laporan lite membantu owner membaca saldo channel, arus kas, piutang, utang, dan laba rugi — tanpa harus paham akuntansi. Akuntansi dipakai saat toko butuh jurnal, Neraca, Laba Rugi, Arus Kas, Tutup Buku, dan laporan yang lebih formal untuk akuntan, bank, atau PKP. Keduanya membaca data transaksi yang sama, jadi naik kelas tidak berarti mulai dari nol.
Apa penyebab laporan terasa berbeda dari hitungan manual?
Cek berurutan: filter periode, channel pembayaran, transaksi retur, piutang/utang, HPP, dan tanggal pembayaran. Gunakan drill-down ke transaksi sumber bila tersedia — biasanya selisih ketemu di salah satu titik itu.
Apakah saya perlu memasukkan data lagi untuk membuat laporan?
Tidak. Laporan tersusun langsung dari transaksi harian yang sudah tercatat — servis, penjualan, pembelian, retur, gaji — jadi tidak ada rekap ulang. Begitu transaksi masuk, laporan ikut terbarui.

Sudah punya masalah yang jelas?

Lihat demo alur yang paling relevan: servis, retur, stok, WhatsApp, atau laporan.