Fitur

Stok bukan sekadar jumlah di rak. Stok menentukan laba.

Stok yang terlihat “ada” belum tentu berarti laba yang benar. Harga modal bisa berbeda tiap kali kulakan, ongkir ikut memengaruhi HPP, serial perlu dilacak, dan sparepart yang dipakai teknisi harus mengurangi stok dengan jelas. Kalau stok cuma dicatat sebagai “jumlah”, laba di laporan hanya tebakan yang kelihatan rapi.

Automan memperlakukan stok sparepart sebagai sumber laba, bukan sekadar angka di rak — dengan kartu stok per batch, metode FIFO/Average, serial/IMEI, multi-satuan, assembly, suku cadang kanibal, import Excel, stok opname, dan riwayat pergerakan stok.

Kenapa “jumlah di rak” bisa menipu

Bayangkan Anda kulakan LCD yang sama tiga kali dengan harga berbeda. Kalau aplikasi memaksa Anda membuat “barang baru” tiap harga beli berubah, data produk pecah dan laba jadi kacau. Kalau semua digabung dengan satu harga rata-rata asal, HPP-nya salah.

Automan menyimpannya per batch: tiap pembelian punya harga modalnya sendiri di kartu stok. Saat barang terjual atau dipakai servis, HPP dihitung mengikuti metode yang Anda pilih (FIFO atau Average). Data produk tetap satu dan bersih, tetapi laba per transaksi benar.

Kartu stok per batch di Automan menampilkan harga modal berbeda tiap kulakan Kartu stok per batch: tiap pembelian menyimpan harga modalnya sendiri, HPP tidak ditebak.

Yang bisa Anda lacak

  • Kartu stok per batch — asal, tanggal, harga modal, dan sisa tiap batch.
  • FIFO / Average — pilih metode HPP sesuai gaya toko Anda.
  • Serial / IMEI — identitas unik untuk unit bergaransi atau ber-IMEI.
  • Multi-satuan — beli per dus, jual per pcs — konversi otomatis.
  • Assembly & sparepart kanibal — rakit dari komponen, atau ambil part dari unit lain, dengan nilai yang tetap tercatat.
  • Stok opname — cocokkan fisik vs sistem; selisih menjadi penyesuaian berjejak.
  • Riwayat pergerakan stok — tiap barang masuk/keluar punya jejak.

Terhubung ke seluruh alur toko

Inventori bukan pulau sendiri. Sparepart yang dipakai alur servis langsung mengurangi stok; tiap penjualan di POS memotong stok yang benar; dan saat ada retur atau klaim ke supplier, asal batch-lah yang menjadi dasarnya. Semua HPP yang rapi ini akhirnya membuat laporan owner bisa dipercaya.

Migrasi dari Excel tanpa drama

Tidak perlu pindah dalam semalam. Produk dan stok awal bisa diimport dari Excel memakai template, dan saldo awal akuntansi dibereskan lewat wizard — tanpa harus paham jurnal. Mulai dari data paling penting, sisanya menyusul sambil berjalan.

Kenapa ini penting untuk owner

Stok adalah uang yang sedang menunggu di rak. Kalau harga modalnya ditebak, seluruh laporan laba ikut menebak. Dengan HPP yang benar per batch, owner melihat margin yang sebenarnya — bukan angka yang terlihat bagus tapi keliru. Itu bedanya “kelihatan untung” dengan “benar-benar untung”.

FAQ

Apakah bisa migrasi dari Excel?
Bisa, dan tidak harus sekaligus. Produk dan persediaan dapat diimport dari Excel memakai template. Untuk akuntansi, saldo awal disiapkan lewat wizard — tanpa harus paham jurnal lebih dulu. Mulai dari data paling penting, sisanya menyusul sambil berjalan.
Kalau sparepart sama tapi harga belinya beda tiap kulakan, bagaimana?
Automan menyimpannya per batch dengan harga modal masing-masing lewat kartu stok. Anda tidak perlu membuat "barang baru" tiap harga beli berubah, sehingga data produk tetap bersih dan HPP-nya akurat mengikuti metode FIFO atau Average.
Bisa melacak serial number atau IMEI?
Bisa. Untuk barang yang perlu identitas unik (mis. unit ber-IMEI atau sparepart bergaransi), Automan mencatat serial/IMEI per unit sehingga mudah ditelusuri saat garansi atau klaim.
Bagaimana kalau stok fisik tidak cocok dengan sistem?
Gunakan stok opname. Selisih tercatat sebagai penyesuaian yang berjejak, bukan sekadar diubah diam-diam — jadi Anda tahu kapan dan berapa selisihnya, dan laporan tetap bisa dipercaya.

Sudah punya masalah yang jelas?

Lihat demo alur yang paling relevan: servis, retur, stok, WhatsApp, atau laporan.