Alur Servis dari Masuk sampai Diambil
Ilustrasi pendukung untuk artikel ini.
Tutorial ini menjelaskan lifecycle servis end-to-end — dari unit diterima CS sampai diambil pelanggan — beserta siapa memegang peran di tiap tahap.
Gunanya bukan hanya untuk staf baru: alur tertulis seperti ini juga menjadi kesepakatan kerja antara CS, teknisi, dan kasir, sehingga “unit ini tanggung jawab siapa sekarang?” selalu punya jawaban.
Catatan
Screenshot UI untuk tutorial ini menyusul. Panduan tetap bisa diikuti lewat nama menu, tombol, dan field yang disebutkan di setiap langkah.
Yang perlu disiapkan
- Tutorial input servisan masuk sudah dipahami.
- Status servis dan master servis tersedia.
Langkah-langkah
-
CS menerima unit dan membuat nota servis
Ikuti tutorial input servisan masuk — pelanggan, unit, checklist kondisi, estimasi.
-
Sistem memasukkan unit ke antrian
Unit otomatis mendapat status awal dan posisi antrian sesuai aturan prioritas toko.
-
Teknisi mengambil pekerjaan
Lewat Ambil Kerjaan, unit menjadi tanggung jawab teknisi tersebut — jelas siapa memegang apa.
-
Teknisi membuat work record
Catat apa yang dikerjakan, tambah foto/catatan bila perlu. Work record adalah jejak pengerjaan sekaligus dasar garansi dan bagi hasil.
-
Tambahkan jasa dan sparepart yang dipakai
Sparepart yang dipasang dicatat di sini — stok terpotong otomatis dari transaksi servis, bukan dicatat ulang oleh kasir.
-
Konfirmasi pelanggan bila ada perubahan biaya/status
Perubahan estimasi atau temuan baru dikomunikasikan dan dicatat sebelum lanjut.
-
Ubah status ke selesai/siap diambil
Sesuai flow toko. Bila WhatsApp aktif, notifikasi status bisa terkirim otomatis (Kirim WA).
-
Lakukan penyerahan (take out) dan pembayaran
Serahkan unit, catat pembayaran. Bila DP lebih besar dari tagihan akhir, selisihnya tampil sebagai kembalian.
-
Cetak/kirim nota ambil
Nota ambil memuat ringkasan pekerjaan, sparepart, biaya final, dan garansi yang mulai berjalan.
-
Garansi dan riwayat tersimpan
Riwayat unit dan garansinya tetap bisa dicari kapan pun — bekal saat pelanggan kembali.
Hasil akhir
Unit selesai, pembayaran tercatat, nota ambil tersedia, stok sparepart berkurang otomatis, dan laporan menerima data sesuai flow.
Kalau ada kendala
Work record tidak bisa ditambah setelah barang diambil
Memang disengaja — setelah serah terima, data pekerjaan dikunci supaya catatan final tidak berubah diam-diam. Koreksi lewat alur ralat yang berjejak.
DP lebih besar dari tagihan akhir
Selisihnya tampil sebagai kembalian pada saat penyerahan — tidak perlu dihitung manual.